Kalkulator PPh 21 Pekerjaan Bebas
Kalkulator untuk menghitung PPh Pasal 21 pekerjaan bebas dan tenaga ahli
Kalkulator PPh 21 Tenaga Ahli (Berkesinambungan)
Menghitung PPh 21 dengan metode kumulatif sesuai aturan yang berlaku.
1. Masukkan Data
Penghasilan Bruto per Bulan
Laporan Perhitungan PPh 21 Tenaga Ahli
2. Hasil Perhitungan
Rincian Perhitungan PPh 21
| Bulan | Penghasilan Bruto | Akumulasi Bruto | DPP Non Kumulatif (50%) | DPP Kumulatif (50%) | PPh 21 Terutang (Non Kumulatif) | PPh 21 Terutang (Kumulatif) |
|---|
3. Ringkasan Pajak Tahunan
Total PPh (Non Kumulatif)
Total PPh (Kumulatif)
Selisih
4. Perhitungan PPh Orang Pribadi (Tahunan)
PPh Orang Pribadi Terutang Setahun
Penting untuk Diketahui:
Perhitungan di atas adalah simulasi berdasarkan metode PPh 21 untuk tenaga ahli. PPh Orang Pribadi Tahunan dihitung dari DPP Kumulatif akhir dikurangi PTKP yang dipilih.
Dasar Hukum & Ketentuan Perhitungan
Pelajari aturan, tarif, dan mekanisme teknis pengenaan pajaknya.
Pemotongan PPh Pasal 21 Tenaga Ahli & Pekerjaan Bebas (PMK 168/2023)
Berdasarkan PMK Nomor 168 Tahun 2023, imbalan yang dibayarkan kepada Bukan Pegawai atas penyerahan jasa (seperti pengacara, akuntan, dokter, arsitek, konsultan, notaris, aktuaris, dan penilai) dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 dengan mekanisme DPP khusus.
Formula Pemotongan PPh 21 Bukan Pegawai:
Dasar Pengenaan Pajak (DPP) ditetapkan sebesar 50% dari jumlah penghasilan bruto.
PPh 21 Terutang = Tarif Pasal 17 × (50% × Penghasilan Bruto)
Catatan Pemotongan Berkesinambungan:
Mulai tahun pajak 2024 ke atas, ketentuan mengenai pemotongan berkesinambungan telah disederhanakan: pemotong tidak lagi mensyaratkan syarat NPWP satu pemberi kerja yang rumit, namun akumulasi DPP 50% bruto bulanan tetap diperhitungkan secara progresif jika dibayarkan lebih dari satu kali dalam satu tahun kalender oleh pemberi kerja yang sama.
Butuh Aplikasi Ujian SKT Kuasa Wajib Pajak?
Akses modul latihan resmi, pembahasan kasus terperinci, dan simulasi CBT agar lulus Ujian Kompetensi dengan nilai optimal.